SPAK Bogor Mulai Bergerak !

Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas pernah berkata, "Perempuan punya peran sentral dalam mencegah maupun memberantas tindak pidana korupsi di negara ini. Dan itu dimulai dari keluarga."

Sepertinya kalimat itulah yang memotivasi Diah, alumni Training of Trainer (TOT), untuk mulai bergerak mensosialisasikan gerakan antikorupsi di keluarga terdekatnya. Tanpa pikir panjang, arisan keluarga yang merupakan ajang pertemuan keluarga besar pun dimanfaatkannya untuk mempraktekkan Arisan Antikorupsi yang telah ia pelajari di TOT sebelumnya.

Cara menarik juga dilakukan oleh Farida Hanim, yang juga merupakan salah seorang alumni TOT SPAK Bogor. Ia mencoba menyampaikan hal-hal dasar mengenai perilaku koruptif yang didapatkannya dari kegiatan TOT kepada anak - anak usia SLTP dan SLTA di sebuah organisasi sosial di Bogor.

Hal ini menandakan bahwa gerakan Saya Perempuan Anti Korupsi  (SPAK) di Bogor mulai beraksi mengikuti daerah lainnya di Indonesia. Awalnya fasilitator SPAK di Bogor hanya berisikan 2 anggota saja, namun seiring berjalannya waktu, tim SPAK Bogor berhasil menambah "pasukannya" menjadi 32 anggota.

Para perempuan hebat inilah yang nantinya akan menjadi agen-agen pencegahan korupsi di Kota Bogor dan sekitarnya. Sampai saat ini, mereka telah memulai gerakan di kalangan komite sekolah, kelompok pengajian dan ke sekolah – sekolah di kota Bogor.

Mereka sadar, ini adalah sebuah gerakan yang menempatkan perempuan sebagai tokoh utama dalam pencegahan korupsi, baik sebagai ibu, istri maupun tenaga profesional. Maka dari itu mereka aktif bergerak menyebarkan semangat-semangat sikap antikorupsi mulai dari dalam keluarga, lingkungan rumah, lingkungan kegiatan, dan sampai nantinya akan semakin besar ruang lingkupnya hingga dapat mencakup Kota Bogor lebih luas lagi.