Training for Trainers SPAK di Jakarta

Menindaklanjuti peluncuran "Saya, Perempuan Anti Korupsi" tanggal 22 April 2013 lalu, KPK and AIPJ menyelenggarakan pelatihan untuk pelatih/TOT kepada sekitar 25 orang perempuan untuk wilayah DKI Jakarta pada tanggal 23-25 Juni 2014. Kegiatan ini bertujuan mencetak fasilitator / agen anti korupsi agar memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk mencegah munculnya perilaku-perilaku koruptif dalam kehidupan sehari-hari dan membaginya  setidaknya ke lingkungan terdekat mereka masing-masing.

Bagian awal dari pelatihan di Jakarta ini, berisikan informasi tentang pengenalan perbuatan korupsi dan kerangka hukum yang mengaturnya dalam kehidupan sehari-hari dengan metode pembelajaran yang sangat interaktif. Para fasilitator ini nantinya dapat mengidentifikasi tindak pidana korupsi dan perilaku koruptif lainnya berdasarkan nilai dan hukum yang berlaku. Topik pembahasan serius pada hari pertama, seperti korupsi di sektor publik, gratifikasi dan tindak pidana pencucian uang disampaikan dengan sederhana dan menarik oleh Gandjar Laksmana Bonaprapta Bondan, dosen Fakultas Hukum UI. Sesi ini dibuka dengan memberikan perspektif baru para peserta dalam melihat korupsi.

Bagian kedua dari pelatihan ini, fokus pada cara penggunaan alat bantu/tools gerakan "Saya, Perempuan Anti Korupsi" seperti permainan "Arisan", video dan buku. Peserta bersama-sama menggunakan pemainan yang berisikan pertanyaan-pertanyaan sederhana tentang perilaku koruptif dalam bentuk interaktif. Media video berisikan informasi dasar tentang korupsi dan peraturannya sedangkan media buku memiliki lebih banyak informasi mengenai peran perempuan dalam gerakan anti korupsi, termasuk Studi KPK tentang Peran Keluarga dalam Mencegah Korupsi serta tips melakukan sosialisasi anti korupsi kepada anggota keluarga dan komunitasnya masing-masing. Pada setengah hari terakhir, para peserta diberikan kesempatan untuk mempraktekkan pengetahuan dan keterampilan yang mereka peroleh dengan menjawab skenario kasus dan mempresentasikan analisisnya secara berkelompok, dengan menggunakan alat bantu yang diberikan.

Geliat Saya Perempuan Antikorupsi (SPAK) Jakarta!

Meutia Hatta pernah berujar, " Saya belajar dari orangtua saya, bahwa hidup itu adalah pengorbanan dan tujuan hidup adalah mengamalkan ilmu untuk didarmabaktikan kepada sesama manusia lain, sehingga mereka jauh dari perilaku korupsi"

Kalimat ini sepertinya selalu terngiang di telinga salah satu fasilitator SPAK Jakarta, Handayani. Sejak mengikuti pelatihan TOT para fasilitator Saya Perempuan Antikkorupsi Juni lalu, Handayani bertekad untuk menyebarluaskan ilmu yang ia peroleh tentang pencegahan korupsi. Ia pun mulai bergerak mensosialisasikan gerakan antikorupsi kepada para orang tua murid TK Merdeka. Kegiatan sosialisasi tersebut berlangsung di Desa Cileunyi , Bandung dan diikuti oleh 10 orang peserta.

Sebelumnya, Handayani berkesempatan untuk mensosialisasikan SPAK kepada guru - guru TK dan PAUD Darul mutaqin di Kab.Bandung. Disana ia menemukan fakta bahwa ternyata para guru tersebut belum paham arti pemberian hadiah dari orang tua murid kepada gurunya itu adalah gratifikasi.

SPAK adalah sebuah gerakan yang diinisasi oleh KPK atas support Tim Anti Korupsi AIPJ. Bertujuan memberikan wawasan dan pemahaman tentang Korupsi, modus korupsi dan efek dari korupsi. Agar masyarakat bisa mengerti bahaya dari korupsi dan resiko jika terlibat korupsi. Dan tidak hanya hanya untuk perempuan pengetahuan ini untuk semua baik perempuan maupun laki-laki. Perempuan adalah karena salah satu peran perempuan di keluarga bisa meredam suami atau anak untuk tidak terlibat praktek-praktek korupsi.

Foto Kegiatan