Perempuan Tanah Papua, Optimis Cegah Rasuah

Diiringi lagu "Tanah Papua", sebanyak 54 perempuan Papua ini bertekad untuk menjadikan daerahnya lebih baik, lebih maju dan bebas dari korupsi. Mereka merupakan peserta Training for Trainers (ToT) Program "Saya, Perempuan Anti Korupsi" (SPAK) yang berasal dari sejumlah daerah, antara lain Sorong, Raja Ampat, Waropen, Biak, Timika, Jayapura dan Yapen.

Ema Malaseme, salah satu peserta mengaku optimis dengan gerakan perempuan dalam melakukan perubahan. "Kami merasakan manfaat yang bagus sekali dari pelatihan ini. Kami di Papua ingin berubah dan (pelatihan) ini mungkin salah satu jalan yang tepat untuk memulai perubahan itu, " katanya.

Pelatihan yang diselenggarakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Australia Indonesia Partnership for Justice (AIPJ) ini, diikuti oleh para perempuan dengan latar belakang yang beragam. Mulai dari guru, dosen, tokoh gereja, pegawai negeri, aktivis NGO, mahasiswa hingga jurnalis.

Wakil Ketua KPK Laode M. Syarif mengatakan, KPK masuk ke Papua Barat untuk program pencegahan. "SPAK merupakan salah satu program pencegahan yang melibatkan para perempuan hebat. Sudah terbukti di beberapa daerah bagaimana kiprah agen SPAK. Saya percaya peserta di Papua Barat ini tidak kalah kemampuannya untuk berkiprah membantu pencegahan korupsi," katanya.

Dalam pelatihan yang digelar pada Rabu-Sabtu (24-27/2) ini, para peserta dibekali dengan pengetahuan dasar tentang delik-delik korupsi yang disampaikan oleh dosen Fakultas Hukum Universitas Indonesia Ganjar Laksamana, informasi mengenai program SPAK dan perkembangannya hingga saat ini, teknik menjadi fasilitator, dan juga beberapa informasi terkait KPK.

Gerakan SPAK yang diluncurkan oleh KPK pada 22 April 2014 kini telah memiliki 499 orang agen yang tersebar di 15 kota di Indonesia. Tahun 2016 ini diharapkan seluruh provinsi di Indonesia sudah memiliki agen SPAK dan mentargetkan sekitar satu juta orang yang bisa mendapatkan sosialisasi antikorupsi dari para agen. Setelah mengikuti pelatihan, para agen SPAK Papua akan melakukan beberapa rencana aksi berupa sosialisasi dengan menggunakan alat bantu yang sudah diberikan.

Galeri Foto: