Temu Nasional Saya Perempuan Anti Korupsi di Yogyakarta

Sebagai istri dan sebagai ibu, perempuan adalah tokoh sentral dalam keluarga yang memberi andil sangat besar terhadap arah perkembangan suami maupun anak-anak. Hal ini menjadi perhatian bagi KPK dan AIPJ (Australia Indonesia Partnership for Justice). AIPJ adalah salah satu program DFAT untuk penegakan hukum dan keadilan. KPK dan AIPJ percaya, bahwa kekuatan perempuan Indonesia akan memberikan kontribusi yang luar biasa bagi upaya perlawanan terhadap korupsi khususnya dalam hal pencegahan.

Sampai saat ini telah dilaksanakan ToT SPAK di enam wilayah, yaitu: NTB, Makassar, Jakarta, Bogor, Jogjakarta dan Bandung. ToT ini menghasilkan 160 agen SPAK yang terus menyebarkan pengetahuan tentang antikorupsi. Banyak cerita menarik dan inspiratif yang kemudian mendorong para agen SPAK untuk berbagi dalam forum yang lebih besar, sehingga dapat membawa gerakan ini menjadi gerakan nasional dengan menyebarkan semangat mencegah korupsi pada lebih banyak perempuan. Forum yang dianggap sangat tepat adalah seminar pada perayaan Hari Antikorupsi se-Dunia, karena semua yang berpihak pada pemberantasan korupsi di Indonesia akan berkumpul di tempat dan waktu yang sama.

Tujuan dari kegiatan ini antara lain: memberikan pemahaman mendalam akan kerangka filosofis dan konsep dasar gerakan "Saya, Perempuan Anti Korupsi"; memberikan pengetahuan dasar mengenai tindak pidana korupsi melalui pengetahuan tentang modus-modus dan peluang-peluang terjadinya tindak pidana korupsi serta konsekuensi hukumnya; memperluas keterlibatan perempuan dalam gerakan antikorupsi, sehingga mencakup lebih banyak organisasi/individu perempuan yang akan menyebarkan gerakan antikorupsi kepada komunitasnya masing-masing.

Beberapa acara yang dilakukan pada 9 – 11 Desember 2014 lalu adalah:

  • Seminar Nasional: "Saya, Perempuan Antikorupsi"
  • Rapat Kerja Fasilitator Gerakan  "Saya Perempuan Antikorupsi"
  • Dialog "Saya Perempuan Antikorupsi" bersama Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti.

Elvira Devinamira (Putri Indonesia 2014)

"Peran perempuan dapat dimulai dari hal-hal kecil. Hal lain yang bisa dilakukan kaum perempuan adalah menghindari pola hidup konsumtif, khususnya nanti jika sudah berkeluarga. Pola hidup istri yang konsumtif akan mendorong suami terpaksa melakukan korupsi, walaupun tujuannya adalah demi membahagiakan istri. Jadi, jangan ikut arisan yang mengharuskan punya tas Hermes kalau kenyataannya tidak perlu, (karena) nanti ujungnya korupsi. Ungkapan "Di Balik Laki-Laki Hebat, Ada Wanita yang Kuat" itu adalah benar. Namun, makna "Wanita yang Kuat" itu harusnya dimaknai "kuat mendorong suaminya untuk tidak korupsi", bukan sebaliknya justru kuat mendorong suami untuk melakukan korupsi".

Susi Pudjiastuti (Menteri Kelautan dan Perikanan)

"Dengan memiliki prinsip hidup secara independen, kita (perempuan) lebih leluasa memerangi sistem yang korup.Transparansi merupakan kunci pemerintahan yang bersih. Selain itu, percaya diri dan kemandirian yang kuat harus ditanamkan dalam diri pribadi atau lembaga, khususnya pemerintah.Aset  yang paling berharga bagi dirinya adalah integritas dan profesionalisme. Khususnya para ibu rumah tangga dapat berkontribusi membangun kemandirian itu, misalnya dengan menggeluti bidang usaha kecil menengah (UKM). Saya yakin ibu rumah tangga bisa melakukan usaha apa saja di rumah. Semua wanita harus melakukan usaha sekecil apa pun, harus mandiri. Saya selalu ingin jadi orang merdeka yang bisa omong apa saja. Kalau tidak begitu untuk apa hidup. Saya minta ibu-ibu menjadi pilar utama agar di masyarat tidak banyak terjadi korupsi.Selain mendukung suami untuk menghindari berbagai bentuk upaya korupsi, ibu rumah tangga juga harus mulai menanamkan kepada anak sejak dini bersikap sportif dalam berbagai hal. Misalnya, mendorong anak untuk berterus terang jika melakukan kesalahan. Jangan sampai malu karena ketahuan salah. Ini harus mulai ditanamkan sejak kecil".

Materi-materi SPAK Daerah:

Materi dari Narasumber:

Galeri Foto Kegiatan: