Kisah Pengabdian di Waktu Senja

Syahdan, Kerajaan Ayodya dibungkus kemelut. Rencana Prabu Dasarata menyerahkan tahta ke putera mahkota, Sri Rama, digoyang Dewi Kekayi, selir Prabu Dasarata. Pasalnya, Kekayi menyodorkan anak kandungnya, Pangeran Barata, jadi raja.

Sodokan Kekayi, bukan saja konflik kepentingan antara anak tiri dengan anak kandung. Melainkan juga tagihan Kekayi kepada Dasarata. Sebab, Kekayi pernah menyelamatkan Dasarata. Lantas, Dasarata berjanji akan memenuhi permintaan Kekayi. Kini janji itu ditagih.

Padahal, persiapan upacara pergantian raja sudah dirancang. Rakyat pun sudah mendengar, Dasarata bakal menyerahkan tahta kepada Sri Rama. Sodokan Kekayi jadi debu yang menyaput mata Dasarata. Membuatnya kelilipan.

Terpaksa, Prabu Dasarata memenuhi janji. Dia ubah skema pergantian raja dari rencana semula. Dia umumkan bahwa penggantinya bukan Sri Rama, tetapi Pangeran Barata. Dan, rakyat setuju saja. Satu lagi permintaan Kekayi ke Dasarata, Sri Rama harus disingkirkan dari Ayodya. Agar tidak jadi api dalam sekam. Rama harus dibuang selama 13 tahun.

Prabu Dasarata benar-benar tak berdaya. Janji raja harus dia tunaikan. Apa boleh buat, permintaan ini pun dia turuti. Pangeran Barata ditahbiskan jadi raja, sedangkan Rama diminta pergi dari Ayodya selama 13 tahun. Setelah menunaikan janjinya, Dasarata wafat.

Jabatan bisa dikejar, namun takdir berkata lain. Pangeran Barata menolak jadi raja. Karena, kemudian dia tahu bahwa tahta itu datang padanya hasil rekayasa sang ibu. Sementara, Sri Rama sudah telanjur diusir dari Ayodya, dan menyepi di hutan.

Pangeran Barata mengumumkan ke rakyat, bahwa dia “Raja Wakil”. Itu, katanya, berlaku sampai Sri Rama kembali dari pengasingan.

Diam-diam, Barata menyusul Sri Rama ke hutan. Mereka bertemu. Barata meminta Rama kembali ke Ayodya, menjadi raja. Ternyata Rama menolak. Dia mengatakan, “Saya akan memenuhi titah ayahanda. Saya akan kembali ke Ayodya, tiga belas tahun lagi.”

Rama dengan ikhlas meminta Barata tetap jadi raja, sesuai amanat almarhum ayah mereka. Rama berpesan agar ia menjadi Raja Ayodya yang adil dan bijaksana. Sungguh, Barata kagum pada Rama. Kekaguman itu membuat Barata mengajukan permintaan aneh, “Saya kembali ke Ayodya dengan syarat, membawa terompah adinda,” katanya.

Menanggapi itu, Rama memberikan sepasang terompahnya. Terompah dibawa Barata ke Ayodya. Kemudian dia letakkan di singgasana kerajaan. Dia umumkan ke rakyat, bahwa Raja Ayodya adalah terompah Rama. Sedangkan dirinya Raja Wakil. Ini berlaku selama 13 tahun.

Cerita dari legenda pewayangan itu, mengusik kita, betapa sulitnya mencari pemimpin amanah hari ini.

Download Now
2904