Mereka yang Melawan Putus Asa

Setiap kali peringatan HUT Kemerdekaan RI, bangsa ini selalu teringat aksi heroik M. Sabar, penyandang tunadaksa asal Solo. Dengan hanya satu kaki, pria tersebut berhasil mengibarkan bendera merah putih di puncak tertinggi di Eropa, yaitu Gunung Elbrus di Rusia. Sabar mencapai puncak tertinggi, 17 Agustus lima tahun silam. Pencapaian ini membuatnya menjadi  penyandang tunadaksa pertama di dunia, yang mampu menaklukkan gunung tertinggi di Eropa tersebut.

Bersama Tim Ekspedisi Merdeka, Sabar mulai mendaki dari Emmanuel Camp di ketinggian 2.500 dpl pada 13 Agustus 2011. Dia melewati jalur selatan, yang tingkat kesulitannya tiga kali lebih berat dibandingkan jalur utara. Total, terdapat tiga tahap pendakian yang harus dilalui, yakni Mouraine Camp (3.800 dpl), Lenz Rock (4.600 dpl), dan puncak Elbrus (5.642 dpl).

Tentu tak mudah bagi Sabar untuk menaklukkan Elbrus. Dia harus melawan angin kencang, suhu yang mencapai minus 15 derajat celsius, serta badai salju yang berulang
kali menerjang. Bisa dibayangkan, dengan kondisi sangat ekstrim seperti itu, dia harus menapaki jengkal demi jengkal gunung yang terjal berselimut salju itu dengan tongkat penyangga. Dalam kondisi demikian, crampon yang terpasang di tongkat dan sepatu kanan tak jarang terperosok ke dalam salju. Bahkan, saking berat perjuangannya, tak jarang Sabar berhenti sejenak setiap 10 langkah untuk menyusun tenaga.

Hingga detik-detik bersejarah itu, perjuangan Sabar semakin berat. Sekitar 300 meter menjelang puncak, ternyata tebing makin terjal. Akhirnya Sabar memilih jalan alternalitf dan melewati jalur landai dengan jarak 1 km. Itu pun rasanya begitu berat, karena oksigen sudah menipis. Sabar beberapa kali terjatuh namun kembali bangkit tanpa bantuan.

Tepat pukul 16.45 setempat atau waktu 19.45 WIB, akhirnya berhasil mencapai puncak. Namun sebelumnya dia sempat terhuyung-huyung, sebelum tangan kiri memegang tongkat dan tangan lain bersiap menancapkan bendera. Dia berhasil! Tak lama kemudian, dia sujud dan menjalankan shalat dua rakaat.

Menurut Sabar, keberhasilannya mencapai Elbrus adalah bukti bahwa seseorang tak bisa berdiam diri dan menyerah pada nasib. Inilah hakikat dari suatu kemerdekaan, bahwa seseorang harus mandiri dan tidak terbelenggu pada keterbatasan yang dimiliki. Simak saja pesan khusus yang disampaikannya, sesaat setelah itu. Dia berkata, “Bukan hanya untuk kaum difabel. Semua orang tidak boleh menyerah.”

Ulasan selengkapnya dan beragam informasi menarik dapat Anda peroleh dalam Integrito edisi kali ini.

 

Download Now
2828