JAMBORE KOMUNITAS ANTIKORUPSI 2018


Gerakan antikorupsi di Indonesia tidak lepas dari amanat pencegahan korupsi dan partisipasi masyarakat yang tertuang dalam Pasal 1 ayat 3 Undang-Undang No. 30 Tahun 2002 bahwa Pemberantasan tindak pidana korupsi dilakukan dengan peran serta masyarakat berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Selain itu, PP No. 45 Tahun 2017 Tentang Partisipasi Masyarakat dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah juga mengatur tentang partisipasi masyarakat dalam pembangunan.  Baik UU No 30 tahun 2002 dan PP No. 45 Tahun 2017, keduanya memberikan jaminan kepada masyarakat untuk mendapatkan data dan informasi terkait kebijakan pembangunan, membuka akses bagi masyarakat untuk terlibat dalam proses pembangunan, dan memberikan kewenangan kepada masyarakat untuk memonitor dan mengevaluasi hasil dari pembangunan.  

Seiring dengan meningkatnya pengetahuan masyarakat terhadap tindak pidana korupsi maupun perilaku koruptif yang terjadi di sekitarnya, mulai tumbuh gerakan-gerakan antikorupsi yang ikut berpartisipasi dalam membantu masyarakat menyuarakan kegelisahan dan protes atas ketidakadilan yang terjadi. Melalui lembaga perwakilan masyarakat baik komunitas, LSM, maupun perhimpunan ini terjadi proses regenerasi pemuda-pemudi antikorupsi seperti Sekolah Anti Korupsi Aceh (SAKA) yang digagas oleh Komunitas Gerakan Antikorupsi (GeRAK) di Aceh; Sekolah Anti Korupsi (SAKTI) Indonesia Corruption Watch (ICW); dan Program Youth Integrity Camp dari Transparansi Internasional Indonesia. KPK pun ikut melakukan regenerasi serupa dengan menyelenggarakan Anti-Corruption Youth Camp, Politik Cerdas Berintegritas (PCB), dan Super Teacher Camp. Hingga Tahun 2017, kegiatan regenerasi pemuda-pemudi di area kompetensi antikorupsi terdeteksi mulai banyak menginspirasi banyak komunitas antikorupsi untuk melakukan hal serupa maka perlu wadah konsolidasi bagi para alumni program regenerasi tersebut.

Jambore Komunitas Antikorupsi merupakan salah satu program yang dijalankan oleh KPK untuk mengumpulkan kembali alumni sekolah antikorupsi atau program yang serupa dalam sebuah wadah konsolidasi. Melalui kegiatan ini alumni dapat saling berbagi capaian, pengalaman atau gerakan pemberdayaan masyarakat yang telah dilakukan pasca mengikuti program. Kegiatan ini melibatkan pemuda-pemudi yang berasal dari sekolah antikorupsi atau program serupa dari seluruh Indonesia yang memiliki minat, bakat, semangat, dan komitmen antikorupsi dan gerakan pemberdayaan masyarakat yang tinggi.

Kegiatan ini akan dilaksanakan pada tanggal 22-24 Oktober 2018 di Makassar.

Untuk mencapai tujuan Jambore Komunitas Antikorupsi, kegiatan ini akan terdiri dari beberapa bentuk kegiatan yaitu:

  • Workshop Narasumber
  • haring Best Practice Alumni
  • Sharing Best Practice Komunitas dan Jaringan Antikorupsi
  • Expo Jaringan dan Mitra Antikorupsi – Pemberdayaan Masyarakat

Setiap alumni sekolah antikorupsi atau program yang serupa memiliki kesempatan menjadi peserta Jambore Komunitas Antikorupsi 2018 melalui proses seleksi terlebih dulu. Sebanyak 100 peserta yang telah dinyatakan lolos tahap seleksi akan menjadi peserta Jambore Komunitas Antikorupsi 2018. Hasil dari kegiatan Jambore Komunitas Antikorupsi 2018 akan diperoleh sebuah rencana gerakan bersama dari para peserta yang akan dilaksanakan setelah Jambore Komunitas Antikorupsi dilaksanakan.