Peta Gerakan SPAK (Saya Perempuan Antikorupsi)

NAD

NAD

Banten

Banten

Jateng

Jateng

NTB

NTB

NTT

NTT

Sulteng

Sulteng

Sultra

Sultra

Sulut

Sulut

Maluku

Maluku

    SPAK: Stop Produksi Koruptor!

    “KPK ingin di dalam rumah setiap keluarga Indonesia, ada satu orang yang bisa menjelaskan apa itu korupsi dan apa bahaya korupsi, sehingga dia bisa mencegah perbuatan korupsi setidaknya di dalam keluarganya. Dengan demikian, kita bisa STOP PRODUKSI KORUPTOR dari rumah,” ungkap Pimpinan KPK Basaria Panjaitan saat menjelaskan pentingnya peran perempuan dalam gerakan pencegahan anti korupsi pada pertemuan Dharma Wanita Pemprov NTB di Mataram, 9 Mei 2017.

    Perempuan memiliki posisi sentral dalam keluarga. Sebagai seorang ibu, ia adalah contoh bagi anak-anaknya. Sedankan sebagai seorang istri, ia berperan sebagai pendukung dan pendamping bagi suaminya. Oleh karena itu, peran perempuan sebagai agen pencegahan perilaku korupsi perlu ditingkatkan. Pencegahan korupsi dapat dilakukan dengan berbagai cara sederhana, seperti bersikap kritis terhadap sumber penghasilan suami, saling mengingatkan dan memberikan ruh integritas pada semua aktivitas anggota keluarga, menanamkan nilai kejujuran kepada anak, dan dalam lingkup yang lebih besar menyebarluaskan pengetahuan tentang anti korupsi pada lingkungannya.

    Tidak berhenti pada lingkungan keluarga, peran perempuan juga sangat dibutuhkan dalam menciptakan budaya antikorupsi pada skala kehidupan yang lebih luas. Perempuan memiliki peran yang sama pentingnya dalam pengawasan kinerja dan pelayanan pemerintahan. Pembangunan yang adil dan merata juga merupakan hak bagi setiap perempuan. Oleh karena itu, MDG’s 2015 pun menyaratkan keterlibatan perempuan dalam pelaksanaan pembangunan di setiap negara yang tergabung.

    spak 002

    Agen SPAK dan Dana Desa

    Bertepatan dengan momentum Hari Kartini dan Ulang Tahun yang ketiga, SPAK meluncurkan alat bantu permainan TRATA. Alat bantu ini dikembangkan oleh AIPJ & Kompak bersama tim Litbang KPK terkait kajian dana desa. TRATA merupakan alat bantu yang memudahkan pengguna memahami konsep dasar gerakan dan pencegahan perilaku koruptif dalam berbagai tahapan pembangunan desa.

    Pelatihan pertama untuk para agen SPAK yang akan mengawal dana desa telah diadakan di Mataram, NTB awal Mei 2017 lalu. Pelatihan diikuti oleh 60 orang yg berasal dari Sulawesi Selatan dan Provinis NTB terdiri dari agen SPAK, pendamping desa dan pegiat LSM di desa.

    Basaria Panjaitan dalam pengarahan kepada peserta pelatihan mengatakan sepanjang tahun 2016 lalu, KPK menerima 362 laporan masyarakat terkait penyalahgunaan dana desa. Kendala yang dihadapi adalah penyimpangan dana desa yang nilainya tidak signifikan membuat penanganan hukumnya menjadi tidak efektif dan efisien.

    Oleh karena itu kekhawatiran inilah yang menjadi salah satu alasan bagi SPAK untuk melibatkan diri dalam pengawasan dana desa. Sebagai salah satu pihak yang menerima manfaat dari pembangunan, SPAK mengajak perempuan indonesia untuk aktif terlibat dalam proses pengelolaan dana desa.

    Sayangnya, belum banyak perempuan yang memahami ada dan bagaimana dana desa dikelola. Hal ini sebabkan masih minimnya perangkat desa yang memberi peluang kepada perempuan untuk terlibat. Sehingga SPAK memandang penting upaya pendidikan dan pelatihan dana desa terhadap perempuan.

    spak 0011

    Melalui SPAK, mereka dapat mensosialisasikan nilai-nilai anti korupsi kepada lingkungannya. Setelah nilai-nilai tersebut tertanam dalam masyarakat, diharapkan mereka mampu menghindari tindakan koruptif sehingga penyimpangan yang selama ini merugikan masyarakat dapat berkurang.

    Kelebihan lain dari alat bantu TRATA ini adalah pengguna akan diajak untuk memahami dana desa melalui berbagai studi kasus atau kondisi-kondisi tertentu perilaku koruptif. Disamping itu TRATA juga membantu pengguna memahami regulasi, hak dan kewajiban terkait pengelolaan dana desa. Hal yang paling penting dari alat bantu TRATA ini adalah pengguna menjadi memahami tindakan apa yang harus diambil untuk mendorong pembangunan yang transparan, akuntabel dan tepat guna.

    Ditulis oleh: Birgita Yulianti Simbolon