edu icon header

Edukasi

Menyajikan program pelayanan pendidikan masyarakat tentang pengetahuan antikorupsi, media pembelajaran, audio visual antikorupsi, dll.

Buku Orange Juice for Integrity

Kian menjadi dan seolah berakar sangat dalam. Begitulah kesan yang timbul saat kita mengamati korupsi yang demikian marak di negeri ini. Pada satu titik, timbul pertanyaan menggelitik. Adakah korupsi ini merupakan budaya yang diwariskan para pendahulu kita? Apakah korupsi itu adalah warisan sejarah? Apakah kita memang anak cucu para koruptor?

Untuk menjawabnya, marilah menengok sejarah. Di sana tercatat apik bahwa bangsa ini memiliki sosok-sosok pendiri yang memiliki integritas tinggi. Mereka berwatak pejuang, disiplin, jujur, berdedikasi, dan antikorupsi.

Dalam buku ini, terurai kisah-kisah para tokoh bangsa dengan integritas tinggi itu tatkala dihadapkan pada pilihan antara kepentingan negara dan kepentingan pribadi atau keluarga. Ibarat jus jeruk yang demikian menyegarkan saat kita berada di gurun, seperti itu pula kisah mereka bagi kita yang hidup pada zaman penuh kasus korupsi ini.

Para tokoh yang kami angkat kisahnya dalam buku ini memilih hidup sederhana bukan karena tidak mampu, bukan pula karena tidak bisa kaya. Mereka memilih opsi itu karena fokus dalam menjalankan amanat rakyat, bukan fokus memperkaya diri. Menjadi abdi negara dan rakyat bukan berarti mencari kehidupan dengan memanfaatkan kekayaan negara dan rakyat. Menoleh pada deretan tokoh yang ada di buku ini, kita patut menarik napas lega dan berbangga hati.

Setidaknya, mereka membuktikan bahwa negeri ini pernah memiliki pemimpin-pemimpin yang amanah, jujur, sederhana, dan sangat bertanggung jawab. Mereka adalah fakta bahwa bangsa kita tidaklah memiliki budaya korupsi sejak lama. Dari mereka, kita bisa optimistis, menjadi pribadi berintegritas dan amanah bukanlah kemustahilan bagi kita. Persoalannya, maukah kita meneladani jejak langkah mereka?

DOWNLOAD (ISI)
2727
DOWNLOAD (COVER)
1113